#BeatVlog Rekor Pulang Sendirian Paling Malam Saat Mengendarai Motor dari Palembang

Hai gaes selamat datang di blog CeritaK. Blognya saya Deka Firhansyah. Hari ini cukup menarik untuk saya dokumentasikan. Ini adalah Kisahku. Lebih tepatnya  lagi Kisah bersama Si Putih Honda Beat dalam Video #BeatVlog.  Senin, 29 Oktober 2018. Pukul 8 lewat saya mulai hari ini dengan pergi ke Bengkel AHAS untuk ganti oli motor. Adapun posisi kilometer adalah sebagai berikut:
Kemudian selesai ganti oli saya lanjut berangkat ke Palembang. Posisi bahan bakar 4 baris yang kemudian langsung saja berkurang menjadi 3 baris. Masih banyak untuk sekadar PP ke dan dari Palembang, prediksi saya. Saya ingin menyelesaikan suatu urusan. 

Yang akan terjadi maka terjadilah. Begitulah yang saya pikirkan. Kisahku ini adalah cerita tentang record pulang bawa motor paling malam dari Palembang. Ya dari Palembang memang sudah hampir malam.

Sebut saja berani atau nekat atau tindakan tolol. Tidak aman mengendarai motor  dari Palembang malam-malam? Pangkalan Balai jauh.? Kondisi jalannya banyak rusak, bagaimana kalau hujan? Bagaimana kalau ada begal?

Maaf ternyata urusan saya belum juga bisa selesai hari ini. Hari sudah terlalu sore. Untungnya itu adalah waktunya saya sudah bisa pulang. Saya tidak berencana nginap, meskipun punya mamang/paman di Palembang. Tidak enak hati. Pulang adalah pilihan baling baik.

Saya sudah tidak peduli dengan pukul berapa saat saya mulai berjalan dari Palembang. Entah pukul 16:46/17:46. Saya melihat sekilas itu pukul 16:46.  Rasanya masih sempat dan kecil resiko terjadi hal macam-macam.

Kemudian saat perjalanan pulang dimulai. Yang jelas azan Maghrib datang tak lama setelah perjalanan pulang dimulai. Ya sudahlah semua sudah terlanjur. Sambil berpikir jernih saya terus saja melanjutkan perjalanan pulang.

Biasanya pada waktu seperti itu saya sudah di rumah. Atau setidaknya memilih menginap di rumah paman atau kosan teman. Hari sudah hampir malam. Namun hari ini saya memutuskan pulang. Nekat. Sudah terlanjur urusan belum selesai, waktunya mengetes mental. Caranya gampang ya pulang malam.

Tidak peduli jalan berlubang, gelap, bisa jadi hujan di tengah jalan, atau kemungkinan ada begal. Tidak peduli. Cuman peduli untuk sampai rumah dan mengakhiri perjalanan hari ini yang melelahkan di rumah. Hampir putus asa.

Ngebut bukan pilihan tapi sebuah keharusan. Saat jalan masih terlihat jelas, masih ada cahaya dari matahari di langit. Ngebut, tak kurang dari 70-80km/jam saya melakukan motor sedikit lebih kencang dari biasanya. Tidak ada lagi pilihan berbelok arah dan menginap di rumah paman. Pulang, hanya itu saja yang saya inginkan.

Tiba di perbatasan Km 12 Palembang. Langit sudah gelap. Saya hanya berpikir bahwa saya pasti sampai rumah dengan selamat. Banyuasin adalah rumah. Saya tahu persis apa saja rintangan rute Palembang-Pangkalan Balai.

Jarak pandang yang terbatas maka harus mengurangi kecepatan. Pelan-pelan saja asal selamat. Silaunya lampu kendaraan dari arah lain turut jadi tantangan yang menegangkan. Tanjakan-turunan, tikungan curam, dan jalanan gelap tanpa penerangan lampu jalan menghiasi sepanjang perjalanan. 

Saya hapal dimana saja Jalur yang aman. Posisi dimana lubang dan dimana posisi aman untuk menyalip kendaraan didepan. Tiap-tiap hari saya lewat sini, jadi tahu persis. Selama saya menjaga tempo Motor untuk masih masih dalam taraf bisa terkendali ,maka rasanya saya akan aman sampai rumah.

Bagaimana jika hujan datang?. Tembus maju terus dan tidak usah buang waktu. Untung hari ini tidak hujan. Berhenti dan berteduh hanya akan membuang waktu maka pilihan tepat adalah mengurangi kecepatan dan mengemudikan motor dengan lebih berhati-hati.

Bagaimana jika ada begal? Takut apa, mereka juga manusia. Seperti kita. Yang penting jaga jarak dekat dengan kendaraan lain yang ada di depan. Jika tertinggal maka harus dikejar.

Ada Allah yang menjaga kita disepanjang perjalanan. Jangan lupa menyebut namanya. Bacalah ayat-ayat Alquran di sepanjang perjalanan. Mintalah hanya kepada Allah dan pasti diberi keselamatan sampai tujuan.

Untungnya motor Honda Beat yang menjadi kendaraan andalan saya sangat irit bahan bakar. Sisa 2 garis dari bahan bakar Pertamax yang saya beli kemarin biasanya masih cukup mengantarkan saya pulang ke rumah. Disitu saya senang karena tidak harus berhenti untuk mengisi bahan bakar.

Tiba di rumah. Saya pikir sudah pukul 8 lewat. Ternyata masih pukul 7 lebih sedikit. Langsung saja saya dokumentasikan Jarak tempuh saat sampai ke rumah malam ini. Hal itu kemudian saya posting di Instagram.
Tanpa terasa saya menempuh perjalanan Tanjakan-turunan menghiasi  sepanjang perjalanan. 100,2 Km hari ini. Kemudian kembali lagi saya dokumentasikan waktunya. Pukul 19:14 itulah yang saya lihat di layar hape yang kemudian saya rekam atau screnrecorder. 

Alhamdulillah saya masih diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk pulang ke rumah malam ini dengan selamat tanpa kurang suatu apapun.🙏

Sebagai tambahan, berikut Video catatan perjalanan saya Hari ini:
---------------------------------------------------------------------
Buat interaksi dan mengenal Deka secara lebih personal mampir juga ke sini ya:
Website Deka: http://www.dekafirhansyah94.blogspot.com
Follow akun sosmed Deka di:
Facebook: http://facebook.com/deka.firhansyah
Instagram: http://instagram.com/dekafirhansyah94

0 Response to "#BeatVlog Rekor Pulang Sendirian Paling Malam Saat Mengendarai Motor dari Palembang"

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung, silakan berkomentar, semoga artikel yang kami posting dapat bermanfaat bagi anda :D

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel