Rupiah melemah Blogger dan YouTuber Hore?


Oleh: Deka Firhansyah
Gerak nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada penutupan perdagangan awal pekan ini, Senin (3/9) kembali melemah ke posisi Rp. 14.815 per dolar Amerika Serikat. Rabu, (5/9) rupiah kembali melemah ke posisi Rp. 15.029,- (Tribun Sumsel, Rabu, 5 September 2018). Dengan posisi tersebut, rupiah telah menyentuh level terlemahnya sejak tahun 1998.

Lalu bagaimana nasip para content creator, Blogger dan YouTuber yang khususnya mendapatkan penghasilan dari layanan jaringan iklan Google Adsense? Anggapan umum orang akan berkata bahwa Content Creator, Blogger, YouTuber  akan menjadi orang-orang yang paling bergembira dengan penurunan nilai tukar rupiah. “Mereka kan digaji pakai dolar, pasti senang lah” demikianlah anggapan orang.

Apa benar demikian? Sepertinya tidak, tidak sepenuhnya salah, namun tidak juga selalu benar, mengapa? Karena hingga hari ini Google Adsense masih menetapkan angka $1 = Rp.13.000 sebagai acuan nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat bagi sharing pendapatan pada layanan mereka. Meskipun  bisa dirubah menjadi satuan $ nyatanya hitungan ketika cair tetap menggunakan rupiah.  Google sudah menetapkan berapa standar nilai tukar dolar terhadap rupiah yakni yakni saat ini masih $1 = Rp.13.000,-.

Jadi gaji yang diterima oleh para Content Creator, Blogger, YouTuber yang menayangkan iklan dari Google Adsense masih dihargai dengan nilai setiap $1 yang dikumpulkan sama dengan Rp. 13.000,- jika ditukar dengan uang rupiah.

Kemudian ada juga yang namanya ambang batas agar gaji dari Google Adsense dapat dicairkan. Saldo minimal yang dapat dicairkan adalah sebesar $100 atau sama dengan Rp. 1.300.000,-. Sebelum ambang batas tersebut dicapai maka jelas gaji dari Google Adsense masih belum bisa dicairkan.

Kemudian ambang batas tersebut ditetapkan dalam satuan rupiah juga. Artinya berdasarkan ketetapan nilai tukar rupiah yang telah ditentukan oleh Google yakni $1 = Rp. 13.000,-. Sepertinya ini mulai diberlakukan sejak Google memiliki kantor perwakilan di Indonesia.

Menurut saya dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar maka, Blogger justru merugi sebab dulu gaji dari Google Adsense yang diterima blogger (dulu Google Adsense hanya di blog) dihitung berdasarkan pergerakan nilai dolar yang artinya setiap kali rupiah melemah maka Blogger berteriak hore!!! Karena gaji menjadi meningkat saat akan dibelanjakan dan ditukar dalam bentuk rupiah.

Saat ini sepertinya tidak bisa lagi berlaku demikian sebab gaji yang diterima dari Google Adsense sudah dihitung berdasarkan nilai tukar rupiah yang sudah ditetapkan sebelum masuk ke rekening. Keuntungannya saat ini gaji dari Google Adsense lebih mudah untuk dicairkan karena langsung masuk ke rekening masing-masing Content Creator, Blogger, YouTuber.

Berdasarkan penjelasan tersebut diatas maka bisa dipastikan bahwa para Content Creator, Blogger, YouTuber tidak bisa disebut pasti senang dengan melemahnya nilai tukar rupiah. Karena memang tidak berdampak pada meningkatnya penghasilan.

Justru dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat maka ada kemungkinan bahwa untuk mencapai ambang batas minimal agar bisa menerima gaji dari Google Adsense menjadi bertambah sulit. Lebih lama bisa cair, terutama bagi Content Creator,  Blogger, YouTuber yang masih kesulitan mencapai ambang batas yang berlaku saat ini. Hal ini bisa saja terjadi jika satuan tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang ditetapkan oleh Google di kemudian hari berubah menjadi $1 =Rp. 15, ribuan karena harus terkumpul Rp. 1.500.000,- atau $100 dolar baru bisa dicairkan.

Inilah kerugian dengan adanya kantor perwakilan Google di Indonesia. Gaji yang seharusnya dolar menjadi dihitung berdasarkan rupiah. Harga iklan kecil dan mengumpulkannya susah 😅.

Intinya meski bergaji dolar kalau menerima dalam bentuk rupiah yang sudah ditetapkan standar $1= Rp. 13.000,- maka justru rugi Rp. 2.000,- setiap dolarnya saat nilai $1 = Rp. 15.000,-.

Kemudian bisa jadi sebenarnya utang pemerintah Indonesia saat ini tidak bisa dihitung berdasarkan nilai tukar rupiah saat ini. Kita tidak tahu berapa standar nilai $ terhadap rupiah yang ditetapkan dalam perjanjian utang yang dilakukan pemerintah. Saya rasa pemerintah tidak sebodoh itu jika ternyata nilainya ikut fluktuatif berdasarkan pergerakan nilai tukar mata uang dunia.

Tapi kita juga tidak tahu faktanya. Jadi jangan mudah termakan isu yang belum tentu benar. Ada pertimbangan tertentu atas utang yang diberikan. Investor pasti ingin untung. Bisa saja diatur dalam perjanjian bahwa nilai utang berupa dolar dan harus dikembalikan dalam bentuk dolar berdasarkan nilai tukar dolar terhadap rupiah saat jatuh tempo. Tapi pakar ekonomi yang duduk di pemerintahan juga tidak bodoh dan pasti juga punya hitung-hitungan Tertentu. Semoga bisa untuk berusaha menetapkan standar nilai tukar tertentu yang membawa keuntungan bagi Negara. Semoga demikian. Tapi kita tidak tahu kebenarannya.

Demikianlah hasil analisa sederhana dari saya bahwa ternyata melemahnya nilai tukar rupiah belum tentu membuat para Content Creator, Blogger, YouTuber sepenuhnya bergembira, Hore!!!. Ada nilai tukar tertentu yang telah ditetapkan dan ada ambang batas tertentu yang ditetapkan agar bisa gajian. Kemungkinan hal yang sama juga berlaku pada para pelaku ekspor dan impor.

Semoga masyarakat Indonesia tidak selalu menjadi pihak yang dirugikan.

Sekian.

Deka Firhansyah, 

Berikut ini video proses pembuatan tulisan ini:


0 Response to "Rupiah melemah Blogger dan YouTuber Hore?"

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung, silakan berkomentar, semoga artikel yang kami posting dapat bermanfaat bagi anda :D

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel