Si Putih lecet [lagi]


Selamat Datang di blog CeritaK, blognya saya Deka Firhansyah. DekaFirhansyah94.blogspot.com adalah blog tempat saya Berbagi catatan kuliah Administrasi Negara dan Manajemen, Tips & trik ngeblog, menulis, serta curhat dan berbagi inspirasi.

Pada kesempatan kali ini saya akan kembali membahas seputar Kisahku

Senin, 6 Agustus 2018 saya melakukan sesuatu yang mungkin akan terlihat konyol menurut orang-orang. 

Rasanya Saya sudah sangat hati-hati. Melajukan motor hanya rata-rata kurang dari 40 km/jam dengan tujuan ke Palembang adalah hal yang "Buyan" dan itu saya lakukan sebab saya ingin motor saya awet dan berumur panjang.

Melaju dengan kecepatan rendah artinya juga bisa lebih meminimalkan kemungkinan untuk terjadinya musibah kecelakaan yang berakibat pada rusaknya motor.

Berkendara dengan pelan, mengikuti lampu hijau tanda mengemudi dalam mode ECO alias mencoba menghemat bahan bakar. Membiarkan kecepatan naik secara perlahan. Memastikan motor dapat dikendalikan secara maksimal.

Kemudian Sangat berhati-hati dalam memilih jalan, membiarkan kendaraan lain yang ingin lebih dulu sampai.

Pelan-pelan, sebab kondisi jalan sesungguhnya tidak memungkinkan untuk ngebut. Banyak lobang yang bisa menjadi pemicu kerusakan motor.

Setelah semua itu, maka bila musibah tetap datang rasanya itu memang sudah menjadi takdir.

Hari itu seperti biasanya saya mengangkut barang dagangan menggunakan sepeda motor. Tidak ada tanda-tanda bahwa akan terjadi musibah.

Saya tiba di toko dengan selamat.

Musibah baru datang disaat saya akan kembali pulang, entah lucu kalau diceritakan.

Saat saya akan naik ke jalan raya rasanya tidak ada yang berbeda yang saya lakukan. Sama seperti biasanya.

Bedanya kali ini cuaca sedang kering alias kemarau. Bahu jalan yang biasanya agak keras berubah menjadi tanah berpasir.

Disitulah masalahnya ketika akan naik ke aspal bandepan motor saya terperosok pasir ke kiri sementara barang dagangan yang saya bawa jatuh ke kanan.

Saya pasrah karena tanah licin berpasir membuat kaki saya tidak bisa menapak secara sempurna.

Si putih terjatuh ke kanan dan terperosok, lecet sudah barang mewah yang sudah saya jaga dan rawat itu.




0 Response to "Si Putih lecet [lagi]"

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung, silakan berkomentar, semoga artikel yang kami posting dapat bermanfaat bagi anda :D

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel