Harus Mulai Menulis

Selamat Datang Di blog CeritaK, blognya saya Deka Firhansyah. DekaFirhansyah94.blogspot.com adalah blog tempat saya Berbagi catatan kuliah Administrasi Negara dan Manajemen, Tips & trik ngeblog, menulis, serta curhat dan berbagi inspirasi.

Pada kesempatan kali ini saya akan kembali membahas seputar Kisahku sekaligus juga Tulis-menulis.

Lewat obrolan di grup WhatsApp malam ini (Selasa, 14 Agustus 2018) saya tiba-tiba memikirkan hal yang menurut saya penting. berikut yang saya pikirkan tersebut.

Jika bagiku mulai menulis di semester 8 merupakan suatu keterlambatan, maka tidak ada salahnya bagimu untuk mulai menulis dari sekarang. Sebab menulis bukan soal penguasaan materi tapi soal berlatih. Apa gunanya belajar dan belajar. Membaca dan membaca. Semakin sering dan semakin sering menulis maka kau akan mengerti satu kata bisa saja berubah cabang menjadi banyak makna tergantung caramu menanamkan pola pikir ke dalamnya.

Ciri orang cerdas dalam ilmu sosial ada 2 bisa nulis, bisa ngomong kata pak Joko Siswanto dulu. Dosen mata kuliah Pengantar Ilmu Politik dan mata kuliah Sistem Politik IIndonesia di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sriwijaya.

Dua hal itu saling berkaitan dan karena itu kita tidak berhak mengkritik pak Fadli Zon yang punya banyak karya tulis, begitupun pak Fakhri Hamzah yang pasti juga punya banyak tulisan. Mereka tentu punya banyak alasan atas kontroversi yang mereka buat. Semua itu adalah hasil pemikiran tingkat tinggi yang jika dijelaskan belum tentu bisa dimengerti orang.

Setidaknya karya balas karya, itu baru keren. Kapan kita bisa sejajar dengan orang-orang itu kalau kita tidak menulis? Karena itu saya mulai menulis. 

RA Kartini, menulis, Soekarno, menulis. Ki Hajar Dewantara, menulis. Sampai saya pun menulis. Jadi kita tidak bisa menapak ke tangga lebih tinggi dan sejajar dengan mereka jika tidak menulis. Bahkan Jonru dan Deny Siregar yang kadang banyak dihujat orang juga menulis. 

Perlahan dan perlahan. Bisa mulai dengan kisah diri. Perkenalkan diri sendiri. Kemudian kisah perjalanan karir dan pendidikan (CV/resume). Mulai mencoba-coba memberikan sedikit tanggapan tentang hal yang terjadi di sekitar. Sampai kemudian mencoba menuliskan rencana proyeksi Indonesia dimasa yang akan datang.

Semua itu bukanlah proses yang sebentar. Perlu ditambahkan alasan-alasan agar argumen kita itu bisa diterima oleh orang lain. Cobalah dengan mengirimkan buah pikiran kita itu ke redaksi koran dari situ tulisan kita bisa mendapatkan penilaian. Kita bisa tahu bahwa argumen kita itu cukup meyakinkan ataukah kurang. Jika terbit berarti selamat tulisan kita dianggap layak untuk dibaca lebih banyak orang.

Kemarin saya kirim tulisan lagi ke Tribun. Semoga terbit besok (Rabu, 15 Agustus 2018). Kalau tidak terbit berarti memang masih terlalu jauh bagi saya untuk berkomentar tentang pilpres. Meski tulisan tersebut bukanlah  komentar tentang pilpres. Masih harus banyak belajar.

Satu lagi. Memang tidak ada sebuah keharusan untuk menulis. Tapi belakangan bagiku lucu jika hanya bisanya cuma cuap-cuap di status Facebook. Apa salahnya menunjukkan diri sebagai generasi terdidik dan tentu punya kemampuan intelektual diatas kuli di pasar. Mau tak mau cuman dengan kemampuan membuat tulisan dan ngomong (seperti kata pak Joko) tingkat pendidikan bisa di ukur.

Mari menulis. Mari membiasakan menulis dan menganalisa.

Masih perlu banyak belajar supaya bisa mengungkapkan isi pikiran,

0 Response to "Harus Mulai Menulis"

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung, silakan berkomentar, semoga artikel yang kami posting dapat bermanfaat bagi anda :D

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel