Pesimis kok maju terus, Curhat Blogger

Deka Firhansyah
Kalau saya orang yang pesimis maka sudah dari dulu saya berhenti Ngeblog. Berhenti menulis. Namun hingga kini disetiap ada waktu luang saya selalu menyempatkan diri untuk menulis.

Hal yang paling menyedihkan bagi saya adalah mengetahui bahwa apa yang saya lakukan berakhir sia-sia.

Berkata optimis saja tidak cukup untuk saya. Butuh data yang menunjukkan adanya peningkatan. Dengan adanya data yang menunjukkan peningkatan maka secara otomatis rasa percaya diri akan bangkit.

Tapi inilah saya tetap nekad berusaha maju meski data mencoba menunjukkan bahwa ini adalah sebuah kesia-siaan. Ya, dulu ketika awal mula saya menulis di blog pernah hampir tidak ada yang membaca. Hingga kini pun sudah sangat lama sejak terakhir ada komentar yang dikirimkan dikolom komentar blog saya.

Tentu saja ada sedikit rasa pesimis yang menghantui. Akan jadi apa? Kenapa masih bertahan? Sedikit dari banyak pertanyaan pesimis yang senantiasa menghantui.

Saya senantiasa ingin menjadikan rasa pesimis sebagai batu loncatan untuk meningkatkan kualitas. Dari rasa pesimis maka saya bisa belajar untuk menjadi lebih baik. Untuk menemukan titik optimis.

Banyak hal yang perlu dipelajari, dipahami, dan diperhatikan agar blog kita bisa ramai. Pertama pikirkan dulu Anda siapa? Apa alasan yang logis sehingga orang-orang harus mampir dan membaca tulisan-tulisan di blog Anda

Apa alasan mengapa blog Anda seharusnya pantas untuk ramai dikunjungi. Jika Anda telah berhasil merenungkan itu maka Anda akan sedikit paham. Tidak mungkin blog Anda tiba-tiba menjadi ramai pengunjung. Kecuali Anda memang sudah menjadi seorang tokoh terkenal sebelum Anda memulai blog. 

Jika ingin blog Anda ramai, salah satunya Anda harus membuat sesuatu yang ada manfaatnya. Anda bisa juga membuat hal lain yang kurang bermanfaat misalnya sesuatu yang bertujuan untuk menghibur pembaca. Boleh saja tidak bermanfaat namun pastikan hal itu merupakan hal-hal yang dicari pembaca.

Anda tidak bisa tiba-tiba menceritakan tentang kisah hidup Anda tanpa Anda memperkenalkan diri Anda kepada pembaca. Hari ini sudah tahun 2018. Jumlah Blogger semakin bertambah setiap tahunnya. Siapa Anda? Anda ingin dikenal sebagai siapa?

Kisah hidup Anda baru akan menarik perhatian pembaca saat identitas diri Anda sudah dikenal. Hal ini tidak berlaku jika Anda memang sudah menjadi seorang tokoh yang terkenal. Karena seorang tokoh terkenal sudah pasti menarik untuk disimak oleh pembaca.

Kalau saya? Saya melampirkan tugas-tugas kuliah di blog dan itu yang menjadi sumber pengunjung paling utama. Kemudian untuk memperkenalkan siapa saya? Saya membuat halaman khusus di blog sya yang berisi perkenalan singkat tentang identitas pribadi saya.

Kemudian saya mencoba tantangan untuk mengirimkan tulisan-tulisan karya saya kepada media massa. Dari menulis di media massa saya mencoba memperkenalkan diri kepada orang-orang yang membaca bahwa saya mempunyai sebuah blog sendiri. Meski saya tidak ingin disebut sebagai orang yang berprofesi sebagai penulis namun saya sudah menjadi seorang penulis.

Kemudian jika Anda memilih untuk menceritakan tentang jalan hidup Anda maka usahakanlah harus ada pesan-pesan moral yang bermanfaat bagi pembaca, ulangi itu dan perjelas di bagian itu agar bisa nyangkut di sistem pencarian google. 

Bangunlah blog Anda untuk memperkenalkan diri Anda kepada orang-orang siapa Anda? Apa yang Anda ingin bagikan kepada orang-orang? Apa yang bisa Anda lakukan? Bagaimana cara Anda melakukannya?

Semakin Anda dikenal maka apresiasi itu akan datang dengan sendirinya. Saya meyakini itu. Secara perlahan saya memperolah apresiasi dari media massa, dari teman-teman, dari tetangga dan dari guru saya. Bahwa saya bisa. Saya punya kemampuan. Dan saya berkeinginan untuk terus mengasah kemampuan saya itu demi berguna untuk bagi nusa dan bangsa.

Jika saya adalah seorang yang pesimis maka sudah lama saya tidak lagi menoleh untuk kembali menerbitkan tulisan baru di blog. Tidak lagi saya kirimkan tulisan-tulisan kepada media massa. Saya memilih lanjut menulis. Saya merasa ada banyak hal yang bisa dan ingin saya bagikan kepada pembaca.

Tidak mungkin bagi saya untuk berhenti menulis. Meskipun rasanya sangat berat untuk mulai rutin menghasilkan uang dari menulis. Namun dari menulislah saya menemukan kebahagiaan yang terpendam. Dari menulislah saya belajar untuk merangkai kata-kata dengan lebih baik. Dari menulislah saya yakin bisa tetap mengingat kenangan-kenangan yang telah berlalu. Jadi saya tetap optimis untuk maju terus dan terus menulis.

Saya ingin proses saya dalam meneruskan langkah menulis dapat menginspirasi bagi sesama pemuda untuk ikut menulis. Dengan menulis saya ingin bisa turut serta menyumbangkan pemikiran lewat tulisan.

0 Response to "Pesimis kok maju terus, Curhat Blogger"

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung, silakan berkomentar, semoga artikel yang kami posting dapat bermanfaat bagi anda :D

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel