Menulis untuk Media Massa Koran

Deka Firhansyah
Saya jarang membaca buku, tapi saya sudah membaca koran sejak sekolah dasar.

Setiap kali baca koran, selalu tersimpan rasa kagum kepada mereka yang menulis di kolom opini. Itu keren meski kebanyakan dari mereka hanya menyalin pendapat dari buku atau ucapan orang lain. Tidak original. Merekaa tetap tetap keren sebab hingga kini saya belum mampu menyampaikan pendapat orang lain dengan baik dan enak dibaca.

Saya menyukai gaya penulisan bercerita. Salah seorang Bos Media Massa telah menginspirasi saya bahwa menulis Opini tidak harus mengutip pendapat orang lain. Cukup dengan bercerita pun juga bisa.

Awalnya saya pikir hanya karena beliau Boss sehingga pasti terbit. Tapi ceritanya seru dan saya menikmatinya. Selalu ada pesan menarik yang disampaikan. Sebuah catatan perjalanan yang cukup penuh makna.

Saya merasa bisa melakukan hal yang sama (menulis) jika ingin. Namun, faktanya saya belum menulis satu pun. Faktanya hanya bisa menulis status Facebook yang sepi ini. Beraninya cuma di Facebook.

Di kelas dosen berkata "ada 2 kriteria orang pinter dalam ilmu sosial, pertama bisa bicara dan kedua bisa menulis" dan ya, artinya saya bodoh karena data menunjukkan saya lemah di keduanya.

"Apa susahnya menulis, kalu aku mau pasti aku bise, aku cuman butuh konsentrasi penuh tanpa ada gangguan?" Sombong. Congkak. Nyatanya  saya tidak memanfaatkan kesempatan janji dari dosen untuk pasti dapat A jika tugas kuliah terbit di koran. Kecewa pada diri sendiri tidak menutup kelemahan. Ketika kamu sombong hal yang mudah pun jadi sulit.

Cukup lakukan dan lakukan. Setelah susah payah mendorong rasa percaya diri. Saya ingin membuktikannya. Tulis dan kirim saja.

0 Response to "Menulis untuk Media Massa Koran"

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung, silakan berkomentar, semoga artikel yang kami posting dapat bermanfaat bagi anda :D

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel