Menulis, dari Hobi Menjadi Prestasi bahkan Profesi dan Inilah Tantangannya


Deka Firhansyah
Jika serius, menulis sebenarnya bisa menjadi profesi yang menggiurkan. Ada banyak sekali media massa baik berupa media cetak maupun online yang bersedia memberikan honor atas setiap tulisan yang diterbitkan. Hal ini sekaligus menjadi peluang tambahan penghasilan khususnya bagi generasi muda yang suka menulis. Hasil pencarian di mesin pencarian bahkan menunjukkan bahwa honor penulis kolom opini, cerpen dan puisi ternyata tergolong menggiurkan.

Ada banyak cara untuk menghasilkan uang dari tulisan. Salah satu caranya yakni dengan menjadi blogger dan menayangkan iklan dari Google Adsense. Seorang blogger bisa dibayar berdasarkan banyaknya iklan yang ditampilkan di blog yang dikelolanya yang tentu tidak akan putus dan terus mengalir selama ada pembacanya dan tidak melakukan pelanggaran-pelanggaran.

Kemudian ada juga peluang untuk memenangkan kompetisi-kompetisi menulis. Tentu menjadi bisa menjadi ladang untuk meraih prestasi. Belum lagi jika berhasil menerbitkan buku dan laris di pasaran. Selain prestasi juga bisa kaya secara mendadak.




Sudah banyak penulis-penulis yang membuktikan bisa kaya dari menulis. Tentu saja hal ini tidak asing lagi. Seorang penulis bisa kaya jika Tulisan-tulisan atau Buku yang ditulisnya terbit banyak dan disukai pembaca. Sebuah profesi yang sangat menggiurkan.

Namun sama halnya dengan profesi lainnya. Seorang yang berprofesi sebagai “Penulis” tidak luput dari tantangan dan kerasnya kehidupan. Seperti halnya sebuah usaha, tidak selalu bisa menghasilkan keuntungan apalagi untunh besar. Semua bentuk usaha butuh kerja keras, ketekunan dan strategi yang jitu untuk mencapai kesuksesan.

Tantangan dalam menulis antara lain, pertama semua yang telah saya sebutkan di atas hanyalah sebuah peluang dan tidak akan menjadi uang jika tidak diupayakan Maksimal. Saya pun masih belajar. Proses belajar menulis adalah proses panjang yang bisa berarti tidak pernah berhenti belajar.

Kemudian kedua, tidak semua tulisan yang dikirimkan ke media massa bisa diterbitkan. Ya, sebab media massa memiliki kriteri pilihannya sendiri atas tulisan-tulisan yang akan mereka terbitkan. Begitupun juga sama dengan penerbit.

Kemudian ketiga, jika sudah terbit maka tantangan selanjutnya adalah tidak semua media massa memberikan honor atas tulisan yang diterbitkan.  Ya, mengirimkan tulisan kepada media massa memang tidak bisa menjadi sumber penghasilan yang tetap. Selain tidak bisa dipastikan untuk terbit atau tidak, ada juga keadaan dimana tulisan yang dikirimkan diterima untuk terbit namun tidak diberikan honor.

Kemudian keempat, mendaftarkan diri sebagai penayang iklan Google Adsense bukanlah perkara gampang. Blog ini pun butuh banyak gagal sebelum akhirnya bisa menjadi salah satu situs yang menayangkan iklan dati Google Adsense

Kelima, harus bisa terus update dan mencari sumber-sumber inspirasi baru. Pasti ada masa-masa dimana kita tidak tahu mau menulis apa? Tidak tahu mau menulis apa inilah yang sering kali menjadi tantangan paling berat sehingga enggan mulai menulis.






Sedikit tips dalam menulis “Tidak perlu mikir sulit, cukup tulis yang bisa ditulis”. Secara bertahap akan terlatih semakin panjang, lebar dan tinggi bahasan yang bisa ditulis. Tidak ada jalan pintas. Cukup tulis dan tulis. Sekian dan silakan dicoba untuk mengirimkan tulisan ke media massa.

0 Response to "Menulis, dari Hobi Menjadi Prestasi bahkan Profesi dan Inilah Tantangannya"

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung, silakan berkomentar, semoga artikel yang kami posting dapat bermanfaat bagi anda :D

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel