Diary Kampus, Ujian Komprehensif Riyus Megi Sandra, S.Ip - Sebuah Dokumentasi Perjalanan

Selasa, 15 Mei 2018 sekitar pukul 7 pagi saya baru berangkat dari rumah. Selalu ada hambatan saat jelang-keberangkatan sehingga tidak terasa  telah siang.

Perjalanan ini saya mulai dari Kota Pangkalan Balai menuju Kota Palembang. Naik angkutan umum rasanya hari ini akan berlangsung sangat panjang.

Kondisi jalan sedang agak sepi dan lancar. Namun apa daya, ini mobil orang. Mobil juga tidak terisi penuh sehingga berjalan dengan amat pelan.

Belakangan mulai jarang Jalan lintas tengah yang melewati Palembang-Pangkalan Balai ini dalam keadaan lengang. Biasanya pasti macet dimana-mana.

Jalan Lintas ini lengkap terdiri atas tikungan, tanjakan dan turunan. Ada juga beberapa titik lubang tanda terjadi kerusakan jalan. Hanya sekadar jalan berubang dan bahkan "kolam ikan" di tengah jalan seolah menjadi hal biasa di Indonesia.






Ada hal menarik saat naik angkutan umum. Yang namanya naik angkutan umum ya pasti ada saatnya berhenti untuk menaikkan dan menurunkan penumpang lainnya.

Yang namanya naik kendaraan umum adakalanya sang supir berhenti untuk membeli jajanan. Seperti hari itu. Ya bagaimana? Namanya juga kita menumpang mobil orang. Suka-suka dia mau berhenti dimana.

Dalam perjalanan antar Kota ada kalanya hujan tiba-tiba turun. Hari itu hujan deras tiba-tiba mengguyur perjalanan kami. Disini salah satu keuntungan naik mobil kendaraan umum ketimbang membawa motor. 

Terlebih dalam perjalanan jauh. Resiko tiba-tiba hujan, capek karena macet agak terminimalkan. Meskipun ya panas dan sumpek karena berjejal dengan penumpang lainya. Beberapa orang yang punya kendaraan pribadi membuat saya geleng-geleng salut karena memilih naik angkutan umum.

Kalau hujan dan bawa motor dari rumah pasti basah kuyup. Minimal waktu terbuang untuk berteduh.

Untunya lagi kalau naik kendaraan umum bisa bebas selfi atau foto-foto mengabadikan momen dengan tetap aman. Karena kita penumpang tidak perlu fokus ke jalanan.






Tapi resiko naik kendaraan umum tetap ada. Ada waktu yang terbuang hanya untuk menunggu kendaraan umum penuh. Ada waktu yang terbuang karena ada penumpang lain yang ingin naik dan turun. Belum lagi harus rela duduk berdesakan dengan penumpang lainnya. Serta tentu panas ketika macet karena tidak semua angkutan umum dilengkapi Ac.

Begitulah suka duka naik angkutan umum.
Tiba di Kota Palembang untunglah hujan sudah reda. Saya memilih naik angkutan umum Transmusi untuk menuju ke kampus universitas Sriwijaya di kawasan bukit besar, Palembang.

Dari terminal 12 saya harus transit di halte Transmusi simpang Polda Sumatera Selatan. Barulah nanti naik lagi mobil Transmusi yang berukuran lebih kecil menuju ke kampus di bukit.

Tidak jadi transit. Lama menunggu eh mobilnya datang, namun rencananya mau dijemput Hisyam di halte. Tujuan akhir saya hari ini memang Kampus UNSRI yang ada di Inderalaya, Ogan Ilir.

Tiba di kampus setelah dijemput dan jadilah #NebengWhithHisyam dari Palembang-Layo

Sembari menunggu Riyus yang hari ini ujian Kompre bolehlah sedikit selfi-wefi.
wawancara setelah usai sesi foto-foto.








Sehabis kompre nya riyus kami  kumpul-kumpul bersama teman-teman yang lainnya sekalian reuni. Teman yang hadir ada Saya, Hisyam, Asep, Mantep, Inul, Harry, Tiak, Yik dan Deby. Ada juga Hendi tapi tidak ikut kumpul karena masih ada urusan di kampus (mau Sempro besok)

Selesai perjalanan hari Selasa, 15 Mei 2018. Saya menginap di kosan Hisyam.

Rabu, 16 Mei 2018 rencananya mau ke kampus Universitas Sriwijaya, Bukit Besar, Palembang. Rencananya mau menjumpai Hendi yang hari itu seminar sekaligus mengusahakan untuk bimbingan Skripsi (kalau sempat Ngeprint dokumen di Palembang). Kemudian pulang kerumah karena hari ini (Kamis, 17 Mei 2018) adalah masuk bulan puasa hari pertama di tahun 2018.

Namun rencana itu batal karena sesuatu dan lain hal.

Sekitar pukul 12 siang sehabis makan siang saya baru mendapat tumpangan bis Transmusi untuk pulang dari kampus UNSRI Inderalaya #Mujur alias beruntung. Biasanya kalau saya makan dulu malah ketinggalan bis. Saya makan sambil harap-harap cemas. Mau bagaimana? Jalan ke  pangkalan Balai bisa jadi baru sampai saat malam jadi, lebih aman kalau makan dulu.

Demi menghemat waktu saya memilih langsung ikut ke terminal 12 bersama bus Transmusi yang saya tumpangi dari Kampus UNSRI Inderalaya. Hari sudah mulai sore.

Batal sudah menjenguk hendi dan bimbingan.

Berikut sedikit video yang saya dokumentasikan:

0 Response to "Diary Kampus, Ujian Komprehensif Riyus Megi Sandra, S.Ip - Sebuah Dokumentasi Perjalanan"

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung, silakan berkomentar, semoga artikel yang kami posting dapat bermanfaat bagi anda :D

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Support!!!

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Salam sejahtera untuk kita semua

Dukung Blog CeritaK ini agar selalu update dengan cara meninggalkan komentar dan membagikan artikel-artikel yang kalian baca.

Anda juga bisa memberikan donasi melalui pulsa ke 08982368506. Dana hasil dari donasi akan digunakan untuk mengembangkan konten blog CeritaK.

Kunjungi juga Blog Deka yang lainnya berikut ini:
JelajahSumatera.com
StoryAboutGadget.com

Buat interaksi dan mengenal Deka secara lebih personal silakan follow juga akun sosmed Deka di:
Facebook:
Https://facebook.com/deka.firhansyah
Fanpage:
CeritaK
Instagram:
@dekafirhansyah94
Channel YouTube:
CeritaK - Deka "K"Firhansyah
Email:
firhansyahdeka@gmail.com

Terimakasih. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.