Tidak Dibayar, Berhentilah Kirim Tulisan kepada Media Tersebut?

Selamat datang lagi di blog Deka. Kali ini saya akan membagikan sedikit pengalaman terkait aktivitas kirim tulisan ke media massa yang belakangan saya lakoni. Mulai sering orangtua saya bertanya seperti ini "Berentila kak(panggilan orang tua kepada saya) kirim tulisan ke koran itu, dibayar juge idak" atau Berhentilah kirim tulisan kepada koran/ media tersebut jika tidak dibayar? Bila diartikan dapam bahasa Indonesia.



Anggap saja tulisan ini sebagai lanjutan tips menulis dari saya sebelumnya (baca juga: Cara Meningkatkan Kualitas Tulisan). Meskipun selayaknya sebuah lanjutan, sebenarnya tulisan ini saya buat terlebih dahulu lewat sebuah status Facebook dibandingkan dengan tulisan tersebut. Tanpa basa-basi lagi mari kita bahas tentang anggapan keliru soal Berhentilah kirim tulisan kepada media tersebut sebab mereka tidak pernah membayarmu?




Dalam bisnis kita mengenal yang namanya investasi. Apa investasi atau modal usaha atau berbisnis sudah pasti untung? Setidaknya segera, secepatnya memperoleh untung? Tidak bukan? Jelas pasti ada jeda waktu tertentu sebelum bisa memperoleh untung, balik modal, bahkan bisa saja rugi jika salah perhitungan.




Orang tua kami memang tidak pernah mengerti apa itu investasi. Taunya cuma belanja untuk modal serta nabung uang (meskipun saat dibutuhkan malah kurang). Dan mereka tidak pernah mau tahu, meski sudah diberi tahu.




Sama halnya dalam bisnis seperti sudah disinggung di atas. Begitu juga saat mengirimkan tulisan kepada media massa, anggap saja tulisan itu seperti sebuah investasi atau modal usaha. Jika dibayar brarti langsung untung. Jika tidak dibayar brarti investasi masa depan.




Sebetulnya jika pun ternyata karya tulis tersebut tidak dibayar oleh media massa, sang pembuat tulisan bisa saja sudah mendapatkan untung, sebab ketika tulisanya terbit sang pembuat punya peluang untuk memperkenalkan dirinya kepada orang-orang. Hebatnya secara gratis. Tentu bisa kamu lihat sendiri berapa tarif iklan di media massa. Mahal bukan. Nah, brarti jelaslah meski tidak dibayar sekalipun sang pembuat tulisan sebenarnya tetap memperoleh untung dari setiap tulisannya yang terbit.




Pembuat tulisan berhak mecantumkan riwayat singkat tentang siapa dirinya, pekerjaanya, atau usaha yang digelutinya bahkan bisa mencantumkan link media web yang ia kelola. Sebut saja itu adalah promosi terselubung.




Bagaimana jika tulisan itu terbit nasional? Tentu sang pembuat tulisan jadi punya kesempatan dikenal secara nasional dan promosi terselubungnya bisa menjangkau lebih banyak Bagaimana jika tulisan itu terbit nasional? Tentu sang pembuat tulisan jadi punya kesempatan dikenal secara nasional dan promosi terselubungnya bisa menjangkau lebih banyak orang.




Seperti yang sudah dibahas sebelumnya sang pembuat tulisan jadi punya kesempatan untuk dikenal banyak orang, dan jadi perbincangan positif tetangga.




Selain itu, dengan rajin mengirim tulisan ke media massa maka pembuat tulisan menjadi lebih terlatih dalam menulis. Apalagi jika sudah ada tema yang disediakan oleh media tersebut meski tidak dibayar, dengan terbit brarti tulisan yang dibuat bisa dikatakan sudah sesuai dengan tema yang ditentukan media tersebut, terlebih jika itu media massa tingkat nasional.




Menarik bukan, mari lanjutkan apa yang kamu suka san apa yang ingin kamu tekuni. Jika kamu suka menulis maka lanjutkan. Coba terus untuk kirim tulisan kepada media-media massa lain yang memberikan honor. Jika belum dapat pun jangan mudah berkecil hati. Terus asah kemampuanmu dalam menulis sampai tulisanmu menjadi layak untuk dibayar.


0 Response to "Tidak Dibayar, Berhentilah Kirim Tulisan kepada Media Tersebut?"

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung, silakan berkomentar, semoga artikel yang kami posting dapat bermanfaat bagi anda :D

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel