Kapan Anda Mau Kirim Tulisannya?, jangan hanya bertanya bagaimana caranya, tapi mulailah kirimkan tulisan anda

Berulang kali selalu sama. Selalu ada orang yang bertanya tentang bagaimana cara kirim tulisan ke media massa (koran). Anehnya, tapi hingga kini belum ada tampak tulisannya di media-media yang saya beritahukan emailnya. Ya, saya kirim tulisan hanya via email. Di zaman yang sudah modern ini kita memang tidak perlu datang langsung ke kantor redaksi media massa, hanya untuk kirim tulisan. Cukup kirim via email, mudah kan.

Parahnya beliau-beliau yang bertanya ini bahkan tidak pernah atau hampir tidak pernah kasih like saat saya bagikan tulisan saya yang terbit itu ke facebook. Kasih like atau komen tidak, tapi tahu-tahu bertanya. Saya terkejut ketika mereka bertanya. Saya senang mereka membaca tulisan saya, tapi saya juga kecewa karena tidak mendapatkan respon atau feedback yang bisa berguna untuk meningkatkan kualitas tulisan saya. Untuk itulah kolom komentar di blog dan facebook disediakan. Selain feedback akan lebih senang jika mereka yang bertanya ini dapat terpanggil, ikut mengirimkan tulisan, bisa terbit dan sama-sama menebar inspirasi dan mungkin juga pengetahuan. Menyenangkan.

Ternyata sampai sekarang belum ada. Belum ada satu pun dari mereka yang ikut memunculkan namanya di media massa. Terutama di media massa yang saya bagikan atau di media massa yang lebih besar. Deki (saudara kembar saya) pernah. Ya, hanya Deki dan itu pun tidak masuk hitungan karena Deki itu ibaratnya sudah satu paket dengan saya. Saya bisa, Deki sudah pasti bisa.

Jujur saja, maunya kalian itu apa? Apa cuma mau mengejek saya. Atau memang ingin mencoba menerbitkan tulisan di media massa? Semoga saja memang ingin mencoba menerbitkan tulisannya. Saya tidak paham dengan cara kalian yang tiba-tiba menodong saya dengan pertanyaan “bagaimana cara menerbitkan tulisan?” tapi tidak pernah merespon postingan saya. Rasanya dalam postingan saya di blog saya sudah pernah membahas tentang bagaimana caranya. Dan tidak ada yang bertanya atau berkomentar disana ☹.

Jika memang ingin terbitkan tulisan pesan saya begini. Pertama, jangan banyak tanya, cukup lakukan saja. Saya dulu tidak pernah bertanya kepada orang-orang yang pernah tulisannya terbit di koran. Kebetulan teman saya, ada yang tulisannya lebih dahulu pernah terbit daripada saya. Tidak, saya tidak pernah bertanya bagaimana caranya. Saya lebih memilih lebih banyak belajar sendiri secara otodidak. Cukup mencari informasi dari mesin pencari Google.com. Banyak dijumpai blogger-blogger senior yang lebih dahulu sering mengirimkan tulisan ke media massa.

Saya tahu persis waktu itu tulisan saya masih terlalu jelek untuk menjadi konsumsi publik. Bercanda. Sampai sekarang pun tulisan saya masih jelek. Jadi saya malu buat bertanya dengan teman saya itu.  Malu kalau-kalau ternyata tulisan saya tidak akan pernah terbit. Sudah nanya ini dan itu tapi gak terbit-terbit. Kan malu. Saya malu bertanya tanpa beraksi. Sementara tulisan teman saya itu sudah terbilang bagus. Jadi mending saya belajar saja sendiri, bertanya kepada blogger di kolom komentar pada blog mereka. Dalam pandangan saya ketika anda bertanya secara personal dan bukan via kolom komentar itu artinya anda sudah punya karya yang bagus 👍. Jadi, saya tunggu terbitnya kapan?

Kedua, banyaklah menulis, banyaklah membaca tulisan-tulisan orang yang sudah pernah terbit. Itulah yang dulu saya lakukan, saya jadikan blog saya yang tidak terpakai sebagai media belajar. Setahun setelah rajin menulis di blog kemudian saya mencoba memberanikan diri kirim tulisan ke media massa (tribun) yang email nya saya peroleh dari korannya. Saya juga mulai mencari-cari email media lain, bisa lewat google.com. Awalnya saya cuma iseng, tapi alhamdulillah saya beruntung, tulisan pertama saya itu ternyata dinilai layak untuk diterbitkan. Alhamdulillahnya lagi ternyata tulisan itu terbit ke dua kali di media lainnya (Harian Banyuasin).

Hanya dua (2) itu pesan saya kepada kamu yang baru mau mulai kirim-kirim tulisan ke media massa. Selanjutnya, dari menulis saya akhirnya mendapat teman baru. Ada editor surat kabar dan ada juga sesama pemuda yang juga doyan menulis dan mengimkan tulisan ke media massa. Dari mereka saya belajar banyak hal. Saya belajar berapa sebaiknya jumlah kata yang harus saya tulis. Saya juga mendapat tambahan referensi daftar email media massa. Kemudian saya juga mulai aktif di komunitas menulis di facebook.

Itulah aksi nyata saya. Tidak banyak bicara, tidak banyak bertanya, tapi langsung berbuat dan bersahabat dengan mesin pencari Google.com. Sampai sekarang setahu saya total baru ada 7 tulisan saya yang terbit. Dengan dua (2) tulisan diantaranya saya anggap hasil ke hilafan redaksinya sehingga bisa terbit. Ada banyak tulisan yang saya kirim namun sayangnya tidak semuanya bisa terbit. Baru ada tiga (3) media massa yang bersedia menerbitkan tulisan saya. Harian Banyuasin, Tribun Sumsel dan Media Indonesia. Kadang saya menyesal karena tidak dari dulu tulisan-tulisan saya itu saya kirimkan ke media massa.

Itulah sedikit tips dari saya buat kamu yang ingin tulisannya bisa terbit di Koran. Intinya tulis saja, coba kirimkan saja, jangan kebanyakan nanya hehehe. Mari kawan-kawan pemuda daripada menggunakan narkoba lebih baik berbagi pemikiran dan inspirasi lewat tulisan. Selamat mencoba😊.

0 Response to "Kapan Anda Mau Kirim Tulisannya?, jangan hanya bertanya bagaimana caranya, tapi mulailah kirimkan tulisan anda"

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung, silakan berkomentar, semoga artikel yang kami posting dapat bermanfaat bagi anda :D

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Support!!!

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Salam sejahtera untuk kita semua

Dukung Blog CeritaK ini agar selalu update dengan cara meninggalkan komentar dan membagikan artikel-artikel yang kalian baca.

Anda juga bisa memberikan donasi melalui pulsa ke 08982368506. Dana hasil dari donasi akan digunakan untuk mengembangkan konten blog CeritaK.

Kunjungi juga Blog Deka yang lainnya berikut ini:
JelajahSumatera.com
StoryAboutGadget.com

Buat interaksi dan mengenal Deka secara lebih personal silakan follow juga akun sosmed Deka di:
Facebook:
Https://facebook.com/deka.firhansyah
Fanpage:
CeritaK
Instagram:
@dekafirhansyah94
Channel YouTube:
CeritaK - Deka "K"Firhansyah
Email:
firhansyahdeka@gmail.com

Terimakasih. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.