Catatan Perjalanan Berdagang- Pasar Desa Taja Mulya Kabupaten Banyuasin

Hai guys, masih bersama saya Deka. Dalam postingan saya kali ini saya melanjutkan sebuah seri tulisan Catatan Perjalanan Berdagang. Dalam Catatan Perjalanan Berdagang yang pertama saya menceritakan tentang perjalanan saya berdagang bersama ayah saya ke pasar Desa Sumber Teluk betung Kecamatan Pulau Rimau Kabupaten Banyuasin III, selengkapnya bisa kamu baca disini ==>>"Catatan Perjalanan Berdagang - Selalu Ada Lubang".

Kali ini tujuan kami adalah Pasar/kalangan Desa Taja Mulya Kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin. Setiap kamis biasanya ayah bersama emak pergi berdagang ke pasar Desa Taja Mulya Kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin. Kali ini spesial karena adik bungsu saya sedang sakit jadinya sayalah yang diminta ayah untuk menemani beliau berdagang. Dari situlah inspirasi tulisan ini datang. Kebetulan saya belum pernah pergi ke desa tersebut. Desa tersebut juga merupakan tempat asal dari beberapa teman satu sekolah saya dulu. Tapi tentu saya tidak yakin mereka sedang ada di desa. Mereka semua anak kuliahan, jadi mungkin sedang berada di luar desa.

Hari itu Kamis 23 Februari 2017, Pukul 7 kami berangkat dari rumah di Pangkalan Balai Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin pergi ke pasar Desa Taja Mulya dengan menumpang mobil pick up milik temannya ayah sesama pedagang. Rute yang kami tempuh adalah jalan pintas melalui Desa Galang Tinggi Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin.

Jalan Tidak Rata
Sepanjang perjalanan kami di sambut jalanan yang tidak rata. Dari Kota Pangkalan Balai jalan agak mulus dan lebar. Kemudian jalanan mulai menunjukkan aslinya saat mulai memasuki kawasan desa-desa. Ada jalanan yang masih berlubang besar. Ada juga di beberapa bagian sudah di perbaiki dengan di cor beton namun masih belum merata. Jalan cor beton yang masih putus-putus menyisakan tinggi jalan yang tidak rata membuat perjalanan menjadi tidak nyaman karena harus naik dan turun dari jalan cor yang tinggi dan jalan aspal lama yang rendah dan mulai hancur menyisakan lubang. Jalanan menjadi berbahaya bagi yang tidak paham lokasi.

Lewat kawasan perkebunan Desa galang tinggi jalanan berubah menjadi jalan batu koral dan tanah. Beberapa aliran sungai kecil yang lebih tepat seperti siring atau drainase tidak di lengkapi jembatan permanen. Hanya ada jembatan yang terbuat dari bongkahan kayu yang dirapatkan dan diikat menggunakan rantai. Sepertinya belum ada komitmen dari pemerintah untuk membangun jalan aspal dan jembatan beton menuju desa-desa tersebut.

Sinyal Im3 Putus-Putus
Tiba di Pasar / Kalangan Desa Taja Mulya saya langsung disambut dengan hilangnya sinyal Im3 Ooredoo yang menjadi langganan operator penyedia koneksi internet saya beberapa bulan terakhir. Katanya punya jaringan paling kuat. Nyatanya sampai sini sinyalnya hilang. Operator satunya yang saya gunakan yakni Telkomsel sinyalnya tidak hilang, tapi tidak saya gunakan untuk internet.

Beberapa saat kemudian sinyal Im3 muncul. Ketika sinyalnya muncul bahkan saya sempat buka facebook, tapi tidak sempat buat status karena kemudian sinyalnya kembali menghilang. Saya sempat mengira sinyalnya lumayan kuat sehingga notifikasi instagram bisa masuk tapi sayang tidak bisa dibuka. Sinyal muncul hanya sementara. Sepertinya IM3 Ooredoo tidak punya sinyal yang stabil disini. Jelas bertentangan dengan yang di iklankan.

Panas
Cuaca hari itu panas, pake banget. Seperti ada 2 mataharinya. Langit begitu cerah membiru. Tanah-tanah memutih berselimut debu, meski di beberapa bagian juga ada yang berselimut lumpur.

Pasar baru mulai ramai di siang hari. Beberapa pedagang juga baru datang menjelang tengah hari. Menurut ayah beberapa pedagang yang datang siang karena baru pulang dari pasar/ kalangan lainnya.

Jelang sore pasar pedagang mulai menutup lapak-lapak dagangannya. Kata ayah disini cukup rawan. Sehingga saat pembeli mulai sepi maka itu saatnya untuk pulang.

Saya tidak tahu persis jam berapa kami tutup. Hape saya telah lama mati jadi saya tidak bisa melihat jam. Sepertinya sekitaran jam 3 sore-an. Langit yang siang bolong tadi begitu cerah membiru dan panas kini mulai agak gelap, sepertinya akan turun hujan.

Begitulah kemudian kami mulai pulang menyusuri rute yang sama. Langit semakin agak gelap, cuaca yang tadi panas sekarang mulai dingin. Selain itu saya dan ayah duduk di atas bak terbuka, jadi lebih bisa merasakan angin yang lebih dingin. Cuaca akhir-akhir ini memang terbilang ekstrim. Hujan dan panas silih berganti. Pemeritah sendiri memprediksi akan terjadi kemarau yang lebih panjang daripada 2 tahun sebelumnya.

Yup, begitulah "catatan perjalanan berdagang" yang bisa saya tuliskan terimakasih sudah mampir. Silahkan tinggalkan komentar sesuka kalian terserah mau meninggalkan backling untuk blog kalian juga boleh.

0 Response to "Catatan Perjalanan Berdagang- Pasar Desa Taja Mulya Kabupaten Banyuasin"

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung, silakan berkomentar ya:D

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Support!!!

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Salam sejahtera untuk kita semua

Dukung Blog CeritaK ini agar selalu update dengan cara meninggalkan komentar dan membagikan artikel-artikel yang kalian baca.

Anda juga bisa memberikan donasi melalui pulsa ke 08982368506. Dana hasil dari donasi akan digunakan untuk mengembangkan konten blog CeritaK.

Kunjungi juga Blog Deka yang lainnya berikut ini:
JelajahSumatera.com
StoryAboutGadget.com

Buat interaksi dan mengenal Deka secara lebih personal silakan follow juga akun sosmed Deka di:
Facebook:
Https://facebook.com/deka.firhansyah
Fanpage:
CeritaK
Instagram:
@dekafirhansyah94
Channel YouTube:
CeritaK - Deka "K"Firhansyah
Email:
firhansyahdeka@gmail.com

Terimakasih. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.