Katanya Diskon tapi Malah Mahal

Hai guys, saya punya cerita. Hari itu tanggal 27 Desember 2016, saya sengaja jalan-jalan ke palembang. Di palembang rencananya saya akan keliling mall nyari diskon sepatu pantofel. Di salah satu mall saya menjumpai sepatu pantofel yang sesuai dengan selera saya. Kalau ada yang kurang satu-satunya adalah harganya yang mencapai angka Rp.499.900,-. Memang ada diskon potongan langsung Rp.100.000,-, tapi angka Rp. 399.900,- masih terlalu mahal buat saya. Harga pantofel tersebut ternyata masih bisa berkurang lagi karena di sana juga tertulis tambahan diskon tapi yaaaa, diskon 20% tetap saja belum cukup murah untuk membuat sepatu pantofel tersebut berada pas di kedua kaki saya.

Mengetahui bahwa harga sepatu pantofel incaran saya tersebut tidak bisa lebih murah lagi, sayapun memutuskan untuk kembali berkeliling dari satu mall ke mall yang lain, hingga dari satu toko ke toko yang lain. Jam setengah dua siang saya kemudian memutuskan menyudahi pencarian sepatu pantofel di hari itu. Bukan karena tidak punya uang, tapi pilihan saya mencari sepatu pantofel di akhir tahun adalah untuk mendapatkan diskon yang gila-gilaan untuk produk sepatu pantofel yang saya inginkan. Ternyata dari semua mall dan toko yang saya kunjungi tidak ada yang memenuhi keinginan saya. Harga termurah yang saya dapat hanya Rp. 100.000,-an untuk sebuah sepatu pantofel yang menurut saya seharusnya bisa lebih murah lagi. Merasa tidak ada harga yang cocok saya memutuskan batal beli sepatu dan lanjut beli yang lainnya yang rencananya juga akan saya beli di hari itu.

Beli Untuk Jual Kembali


Saya menyiapkan dana yang sangat terbatas, toh sebuah sepatu pantofel bukanlah kebutuhan utama bagi saya. Saya masih bisa pinjem sepatu saudara saya atau bisa juga pakai sepatu milik ayah saya yang jarang di pakai. Saya juga masih punya sepatu lain yang sayangnya sudah rada jelek dan modelnya ketinggalan zaman. Karena itulah saya coba keliling Palembang nyari sepatu pantofel, siapa tau ada yang diskonnya ekstra murah. Sepatu pantofel tersebut rencananya akan saya pakai untuk Seminar Proposal Skripsi --->Ujian Komprehensif --->Yudisium --->wisuda --->Kerja atau sekedar untuk menghadiri acara formal. Rencananya kalau dapat harga yang jauh lebih murah daripada harga normal saya juga mau coba-coba beli lebih dari satu buat jual kembali. Yang namanya buat jual kembali tentunya saya cari yang termurah dengan kualitas terbaik. Pedagang jelas mau cari untung, kalau harga modalnya saja sudah mahal trus mau dijual berapa lagi hayo, hahaha. Kayaknya sama dengan yang dipikiran pengelola mall dan toko-toko yang saya datangi.

Ternyata Teman Saya Sedang Beruntung


Tahun ini saya mencari sepatu pantofel di akhir tahun karena "katanya" akhir tahun mall-mall dan toko-toko melakukan yang namanya "cuci gudang". Tahun sebelumnya salah seorang teman saya mendapat harga Rp.80.000,- untuk sebuah sepatu pantofel formal yang menurut saya lumayan bagus. Menurut cerita dia, dia mendapat harga tersebut di salah satu mall di kota palembang. Saya tidak seberuntung dia, karena di tahun ini tidak ada lagi yang seperti itu di rentang harga tersebut. Ah sial pikir saya... Saya sudah keliling kemana-mana dan harga yang didapat tetap sama dengan hari-hari biasanya.

Yah saya tidak seberuntung teman saya, karena saya tidak mendapat sepatu pantofel yang saya suka dengan harga serupa.

Bagaimana menurut kalian apakah saya sedang tidak beruntung? Apakah saya mencari diskon di waktu yang salah? Ataukah memang diskon, hanyalah tipu-tipu? Jawab di kolom komen ya!!!

0 Response to "Katanya Diskon tapi Malah Mahal"

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung, silakan berkomentar ya:D

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Support!!!

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Salam sejahtera untuk kita semua

Dukung Blog CeritaK ini agar selalu update dengan cara meninggalkan komentar dan membagikan artikel-artikel yang kalian baca.

Anda juga bisa memberikan donasi melalui pulsa ke 08982368506. Dana hasil dari donasi akan digunakan untuk mengembangkan konten blog CeritaK.

Kunjungi juga Blog Deka yang lainnya berikut ini:
JelajahSumatera.com
StoryAboutGadget.com

Buat interaksi dan mengenal Deka secara lebih personal silakan follow juga akun sosmed Deka di:
Facebook:
Https://facebook.com/deka.firhansyah
Fanpage:
CeritaK
Instagram:
@dekafirhansyah94
Channel YouTube:
CeritaK - Deka "K"Firhansyah
Email:
firhansyahdeka@gmail.com

Terimakasih. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.