Right, Warrant, Swap, Reksadana

A.  BUKTI RIGHT

Bukti right atau hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD)
merupakan sekuritas yang memberikan hak kepada pemegang saham lama untuk
membeli saham baru perusahaan pada

harga yang telah ditetapkan selama periode tertentu.


Penerbitan rights

dilakukan sebagai berikut, misalkan perusahaan memiliki jumlah saham beredar 10
juta dengan harga pasar perlembar Rp 15.000 per lembar. Perusahaan memerlukan
tambahan dana sebesar Rp 50 milyar untuk ekspansi. Perusahan dapat saja
menerbitkan saham baru dan menawrkan kepada publik umum. Apabila cara ini
ditempuh perusahaan harus menggunakan jasa lembaga penjamin, atau menawarkan
saham baru dengan harga yang lebih rendah dari harga saham saat ini. Keduanya
akan mengakibatkan biaya bagi perusahaan. Pilihan pertama mengakibatkan
perusahaan membanyar fee kepada penjamin, dan yang kedua berarti distribusi
kekayaan kepada pemegang saham baru.


Untuk itu,

alternatif lain adalah menawarkan kepada pemegang saham lama untuk membeli
saham baru. Agar pemegang saham lama berminat untuk membeli saham baru
tersebut, perusahaan akan menawarkan saham baru tersebut dengan harga yang
(jauh) lebih murah dari harga saham saat ini.  Bagi mereka yang tidak ingin membeli saham
baru dpat menjual bukti right tersebut. Karena penawaran tersebut hanya
dibatasi kepda pemegang saham lama, maka penawaran tersebut disebut penawaran
terbatas (limited offering).


Setelah penerbitan

Rights, jumlah lembar saham akan meningkat, sedangkan jumlah dana yang disetor
tidaklah sama dengan nilai saham yang lama. Sebagai akibatnya harga saham akan
turun.




B.  WARRAN

Warran sebenarnya berasal dari Covered

Warrant. Waran hampir sama dengan opsi saham (option), dipergunakan sebagai
sarana lindung nilai (hedging). Covered Warrant umumnya diterbitkan oleh
perusahaan keuangan seperti investment bank, bank, lembaga pemerintah atau
institusi lain yang bukan emiten atau perusahaan publik. Waran biasanya
diterbitkan sebagai “pemanis” penerbitan obligasi


Waran (warrant) adalah hak untuk membeli saham pada
waktu dan harga yang sudah ditentukan
sebelumnya.


Berbeda dengan right issue, waran biasanya dijual
bersamaan dengan sekuritas lain misalnya obligasi atau saham.


Selain

itu, periode perdagangan waran adalah jangka panjang, umumnya antara 3 sampai

dengan 5 tahun.


Manfaat waran

adalah pemilik waran memiliki hak untuk membeli saham baru perusahaan dengan
harga yang lebih rendah.selain itu , apabila waran diperdagangkan di bursa efek
, maka pemilik waran mempunyai kesempatan untuk memperoleh keuntungan (capital
gain).




C.  SWAP

Tukar menukar—atau yang lebih dikenal sebagai swap—dalam
dunia keuangan,
merupakan suatu instrumen derivatif, di mana terdapat dua pihak saling mempertukarkan
suatu aliran arus kas dengan aliran
arus kas lainnya. Aliran ini disebut "kaki" dari swap. Nilai swap ini
adalah dihitung berdasarkan suatu nilai absolut atau notional amount
yaitu suatu nilai nominal yang digunakan untuk menghitung pembayaran terhadap
suatu swap dan produk manejemen risiko lainnya dimana nilai ini bukan suatu
nilai yang sesungguhnya (absolut).


Istilah
swap ini sebenarnya berasal dari bahasa
Inggris
namun istilah ini digunakan sebagai suatu istilah baku yang
dikenal di Indonesia baik oleh lembaga yang berwenang seperti Bank
Indonesia
.

Swap
ini seringkali digunakan sebagai suatu instrumen lindung nilai
atau risiko tertentu misalnya risiko gejolak nilai tukar mata uang dan
disamping itu juga digunakan sebagai instrumen spekulasi

Struktur

swap


Kebanyakan swap diperdagangkan
dalam perdagangan derivatif dan di luar bursa (Over The Counter-OTC),
dengan ketentuan dan tata cara yang berbeda-beda sesuai kesepakatan [para
pihak. Beberapa jenis swap juga diperdagangkan pada bursa
berjangka misalnya pada Chicago
Mercantile Exchange (yang merupakan bursa berjangka terbesar Amerika),
Bursa perdagangan opsi Chicago (Chicago Board Options Exchange)
dan di Frankfurt-based Eurex AG.


Lima macam bentuk dasar dari swap
ditinjau dari sudut banyaknya kepentingan yaitu :


International Settlements (BIS) menerbitkan statistik dari nilai
nominal yang beredar pada pasar derivatif di luar bursa, yang pada akhir tahun
2006 mencapai jumlah 415,2 Trilyun USD ( yang merupakan lebih dari 8.6 kali Penghasilan Domestik Bruto (PDB)
dunia yang hanya senilai 48,144 Trilyun USD). Dan sebagian besar
adalah merupakan swap suku bunga yaiutu sebesar 292 trilyun USD) Nilai
berdasarkan masing-masing mata uang adalah sebagai berikut :






Nilai peredaran
dalam trilyun USD

Mata uang

Akhir 2000

Akhir 2001

Akhir 2002

Akhir 2003

Akhir 2004

Akhir 2005

Akhir 2006


16.6

20.9

31.5

44.7

59.3

81.4

112.1


13.0

18.9

23.7

33.4

44.8

74.4

97.6


11.1

10.1

12.8

17.4

21.5

25.6

38.0


4.0

5.0

6.2

7.9

11.6

15.1

22.3


1.1

1.2

1.5

2.0

2.7

3.3

3.5

Total

48.8

58.9

79.2

111.2

147.4

212.0

292.0
Sumber: "Pasar derifatif global

pada akhir Desember 2004 ", BIS, [3], "Aktivitas perdagangan derivatif
pada paruh kedua tahun 2006 ", BIS, [4]


Biasanya terdapat sekurangnya
salah satu "kaki" memiliki suku bunga yang bermacam-macam. Ini
tergantung pada bunga acuan, total keuntungan swap, statistik ekonomi, dan
lain-lain. Kriteria yang terpenting adalah semua acuan yang digunakan adalah berasal
dari pihak ketiga yang independen misalnya digunakan sebagai acuan adalah London Interbank Offered Rate yang
dibuat oleh Asosiasi Bankir Inggris (British

Bankers Association) yang merupakan suatu lembaga independen.


Total

return swap


Atau swap imbal hasil total
atau juga dikenal dengan nama " swap total kurs imbal hasil" (total

rate of return swap -TRORS) adalah merupakan suatu kontrak swap dimana

salah satu pihak (A) membayar "imbal hasil total" dari suatu aset dan
pihak yang lainnya (B) melakukan pembayaran bunga secara bertahap. Yang
dimaksud dengan "imbal hasil total" disini adalah merupakan
keuntungan maupun kerugian atas modal ditambah dengan bunga ataupun pembayaran
deviden. Apabila imbal hasil negatif maka pihak (A) akan menerima jumlah ini
dari pihak (B). Para pihak masing-masing dapat memperoleh imbal hasil dari
saham maupun indeks yang menjadi aset acuan tanpa perlu memiliki aset acuan
tersebut. Keuntungan atau kerugian dari pihak (B) adalah setara dengan apabila
ia secara sesungguhnya memiliki aset acuan tersebut.


Pada prakteknya, total return

swap sering digunakan untuk memperoleh laba, dari beda tingkat bunga antar

valuta setempat dengan valuta dari negara maju.[3]


Swap ekuiti

Swap ekuiti atau juga
disebut equity swap adalah merupakan suatu bentuk khusus dari total

return swap,dimana aset acuannya adalah berbentuk saham atau indeks pasar saham . Dalam swap ekuiti ini

apabila dibandingkan dengan kepemilikan saham secara nyata maka dalam swap
ekuiti tidak diperlukan adanya pembayaran dimuka namun tidak memiliki hak suara
ataupun hak-hak yang dimiliki oleh pemegang saham sesungguhnya.


Valuasi

Nilai dari suatu swap adalah merupakan nilai kini bersih (net present value) dari seluruh arus kas dimasa depan. of all future cash  flows. Pada masa awalnya, suatu kontrak swap mempunyai nilai kini bersih dari

arus kas dimasa depan adalah sama dengan nol.


Misalnya pada pada kontrak swap suku bunga tetap ke mengambang atas vanila, dimana Pihak A membayar suku bunga tetap dan pihak B membayar suku bunga mengambang. Pada perjanjian tersebut "suku bunga tetap" adalah merupakan nilai kini dari pembayaran kurs suku bunga tetap dimasa depan yang dibayarkan oleh pihak A, yang setara dengan nilai kini dari kurs suku bunga mengambang yang diharapkan oleh pihak B. Apabila tidak demikian yang terjadi maka seorang arbitraser sebut saja pihak C, dapat melakukan :


  1.     menghitung posisi tersebut dengan pembayaran nilai kini yang lebih rendah, dan meminjam dana yang setara dengan nilai kini tersebut.
  2.      meperjumpakan kewajiban arus kas atas posisi tersebut dengan menggunakan dana pinjaman dan menerima pembayaran yang memiliki nilai kini yang lebih besar.
  3.       menggunakan pembayaran yang diterimanya tersebut untuk membayar kembali utangnya .
  4.       mengantongi selisih , dimana selisih antara nilai kini dari utangnya tersebut dan nilai kini dari arus kas yang diterimanya adalah merupakan keuntungan arbitrasi.



D.  REKSA DANA


Sejarah Reksadana


Reksadana yang pertama kali bernama Massachusetts Investors Trust yang diterbitkan
tanggal 21 Maret 1924, yang hanya dalam waktu setahun telah memiliki sebanyak 200 investor
reksadana dengan total aset senilai US$ 392.000.

Pada tahun 1929 sewaktu bursa saham jatuh maka pertumbuhan industri reksadana ini menjadi melambat. Menanggapi jatuhnya bursa maka Kongres Amerika mengeluarkan Undang-undang Surat
Berharga 1933 (Securities Act of 1933) dan Undang-undang Bursa Saham 1934 (Securities
Exchange Act of 1934
).

Berdasarkan peraturan tersebut maka reksadana wajib didaftarkan pada n atau biasa disebut SEC yaitu sebuah komisi di Amerika yang menangani perdagangan surat berharga dan pasar modal. Selain itu pula, penerbit reksadana wajib untuk menyediakan prospektus yang memuat informasi guna keterbukaan informasi reksadana, juga termasuk surat berharga yang menjadi objek kelolaan, informasi mengenai manajer investasi yang menerbitkan reksadana.

SEC juga terlibat dalam perancangan Undang-undang Perusahaan Investasi tahun 1940 yang menjadi acuan bagi ketentuan-ketentuan yang wajib dipenuhi untuk setiap pendaftaran reksadana hingga hari ini.

Dengan pulihnya kepercayaan pasar terhadap bursa saham, reksadana mulai tumbuh dan berkembang. Hingga akhir tahun 1960 diperkirakan telah ada sekitar 270 reksadana dengan dana kelolaan sebesar 48 triliun US Dollar.

Reksadana indeks pertama kali diperkenalkan pada tahun 1976 oleh John Bogle dengan nama , yang sekarang bernama yang merupakan reksadana dengan dana kelolaan terbesar yang mencapai 100 triliun US Dollar

Salah satu kontributor terbesar dari pertumbuhan reksadana di Amerika yaitu dengan
adanya ketentuan mengenai rekening pensiun perorangan (individual retirement
account - IRA
) [1],
yang menambahkan ketentuan kedalam Internal Revenue Code( peraturan perpajakan di Amerika) yang mengizinkan perorangan (termasuk mereka yang sudah memiliki program pensiun perusahaan) untuk menyisihkan sebesar 4.000 US $ setahun.

Menurut UU Pasar Modal No.8 tahun 1995 pasal 1 ayat (27), Reksa Dana adalah wadah yang

dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya
diinvestasikan dalam portofolio Efek oleh Manajer Investasi.


Terdapat 3 unsur penting dalam pengertian reksadana :

  1.       Adanya kumpulan dana masyarakat,baik individu maupun kelompok
  2.       Investasi bersama dalam bentuk portofolio efek yang telah terdiversifikasi
  3.       Manager investasi dipercaya sebagai pengelola dana milik masyarakat investor.

-         dikelola oleh manager investasi profesional


-        kenyamanan dan kemudahan investasi


-         diversifikasi investasi (memperkecil resiko)


-         biaya rendah, harga terjangkau


-         transparansi informasi


-         likuiditas yang tinggi


-         keringanan pajak




Risiko Reksadana :

1.      Risiko menurunnya NAB (Nilai Aktiva Bersih) Unit Penyertaan


Penurunan ini disebabkan oleh harga pasar dari instrumen investasi yang dimasukkan dalam portofolio Reksadana tersebut mengalami penurunan dibandingkan dari harga pembelian awal.
Penyebab penurunan harga pasar portofolio investasi Reksadana bisa disebabkan
oleh banyak hal, di antaranya akibat kinerja bursa saham yang memburuk,
terjadinya kinerja emiten yang memburuk, situasi politik dan ekonomi yang tidak
menentu, dan masih banyak penyebab fundamental lainnya.


2.      Risiko Likuiditas


Potensi risiko likuiditas ini bisa saja terjadi apabila pemegang Unit Penyertaan reksadana
pada salah satu Manajer Investasi tertentu ternyata melakukan penarikkan dana
dalam jumlah yang besar pada hari dan waktu yang sama. Istilahnya, Manajer
Investasi tersebut mengalami rush (penarikan dana secara besar-besaran) atas
Unit Penyertaan reksadana. Hal ini dapat terjadi apabila ada faktor negatif
yang luar biasa sehingga memengaruhi investor reksadana untuk melakukan
penjualan kembali Unit Penyertaan reksadana tersebut. Faktor luar biasa
tersebut di antaranya berupa situasi politik dan ekonomi yang memburuk,
terjadinya penutupan atau kebangkrutan beberapa emiten publik yang saham atau
obligasinya menjadi portofolio Reksadana tersebut, serta dilikuidasinya
perusahaan Manajer Investasi sebagai pengelola Reksadana tersebut.


3.      Risiko Pasar


Risiko Pasar adalah situasi ketika harga instrumen investasi mengalami penurunan yang
disebabkan oleh menurunnya kinerja pasar saham atau pasar obligasi secara
drastis. Istilah lainnya adalah pasar sedang mengalami kondisi bearish, yaitu
harga-harga saham atau instrumen investasi lainnya mengalami penurunan harga
yang sangat drastis. Risiko pasar yang terjadi secara tidak langsung akan
mengakibatkan NAB (Nilai Aktiva Bersih) yang ada pada Unit Penyertaan Reksadana
akan mengalami penurunan juga. Oleh karena itu, apabila ingin membeli jenis
Reksadana tertentu, Investor harus bisa memperhatikan tren pasar dari instrumen
portofolio Reksadana itu sendiri.


4.      Risiko Default

Risiko Default terjadi jika pihak Manajer Investasi tersebut membeli obligasi milik emiten
yang mengalami kesulitan keuangan padahal sebelumnya kinerja keuangan
perusahaan tersebut masih baik-baik saja sehingga pihak emiten tersebut
terpaksa tidak membayar kewajibannya. Risiko ini hendaknya dihindari dengan
cara memilih Manajer Investasi yang menerapkan strategi pembelian portofolio
investasi secara ketat.




Biaya-Biaya yang dikenakan :

  1.       Biaya pembelian
  2.       Biaya Penjualan Kembali
  3.       Biaya Imbal jasa Manajer Investasi
  4.       Biayaimbal jasa Bank Kustodian




Jenis-jenis reksadana yang diijinkan oleh BAPEPAM :

a.       Reksadana Pasar Uang

Reksa dana

jenis ini menginvestasikan dalam sekuritas pasar uang seperti surat utang
komersil, kesepakatan beli kembali atau sertiikat deposito. Rata-rata jatuh tempo
aset ini hanya sedikit diatas satu bulan. Reksa dana pasar uang biasanya
menawarkan fitur buku cek, dengan nilai aset bersih $1 per lembar, sehingga
tidak terdapat implikasi keuangan seperti keuntungan atau kerugian modal
terkait penebusan saham.


b.      Reksa dana Pendapatan Tetap

Reksadana pendapatan tetap adalah reksadana yang
malakukan investasi sekurang-kurangnya 80% dari portofolio yang dikelolanya ke
dalam efek bersifat hutang. Risiko investasi yang lebih tinggi dari reksadana
pasar uang membuat nilai return bagi reksadana jenis ini juga lebih tinggi tapi
tetap lebih rendah daripada reksadana campuran atau saham.


c.       Reksadana Saham

Reksadana saham adalah reksadana yang melakukan investasi
sekurang-kurangnya 80% dari portofolio yang dikelolanya ke dalam efek bersifat
ekuitas (saham). Efek saham umumnya memberikan potensi hasil yang lebih tinggi
berupa capital gain melalui pertumbuhan harga-harga saham dan deviden.
Reksadana saham memberikan potensi pertumbuhan nilai investasi yang paling
besar demikian juga dengan risikonnya.


d.      Reksadana Campuran

Reksadana campuran adalah reksadana yang melakukan
investasi dalam efek ekuitas dan efek hutang yang perbandingannya tidak
termasuk dalam kategori reksadana pendapatan tetap dan reksadana saham. Potensi
hasil dan risiko reksadana campuran secara teoritis dapat lebih besar dari
reksadana pendapatan tetap namun lebih kecil dari reksadana saham.


e.      
Reksadana Index


Reksadana Index
adalah reksadana yang isinya adalah sebagian besar dari index tertentu (tidak
semua, yang penting merefleksikan index tersebut) dan dikelola secara pasif,
artinya tidak melakukan jual beli di bursa, kecuali ada subscription baru atau
redemption, oleh karenanya reksadana index biasanya keuntungan dan kerugiannya
sejalan dengan index tersebut (jika ada selisih, biasanya selisihnya kecil).
Jika reksadana tersebut diperjualbelikan di bursa, maka disebut Exchange Traded Fund (ETF) dan harganya
berfluktuasi tiap detiknya, sehingga sebenarnya mirip saham. Keduanya, baik
reksadana index maupun ETF disebut pengelolaaan dana index dan di Amerika
Serikat pada tahun 2013, mencakup 18,4% dari seluruh pengelolaan
dana bersama (mutual funds).




Manfaat Reksadana

Reksa Dana memiliki beberapa manfaat yang menjadikannya sebagai salah satu alternatif investasi yang menarik antara
lain:


  1. Dikelola oleh manajemen profesional
Pengelolaan portofolio suatu Reksa Dana dilaksanakan oleh Manajer Investasi yang memang
mengkhususkan keahliannya dalam hal pengelolaan dana. Peran Manajer Investasi
sangat penting mengingat Pemodal individu pada umumnya mempunyai keterbatasan
waktu, sehingga tidak dapat melakukan riset secara langsung dalam menganalisa
harga efek serta mengakses informasi ke pasar modal.


  1. Diversifikasi investasi
Diversifikasi atau penyebaran investasi yang terwujud dalam portofolio akan mengurangi risiko (tetapi tidak dapat menghilangkan), karena dana atau kekayaan Reksa Dana
diinvestasikan pada berbagai jenis efek sehingga risikonya pun juga tersebar.
Dengan kata lain, risikonya tidak sebesar risiko bila seorang membeli satu atau
dua jenis saham atau efek secara individu.


  1. Transparansi informasi
Reksa Dana wajib memberikan informasi atas perkembangan portofolionya dan biayanya secara kontinyu sehingga pemegang Unit Penyertaan dapat memantau keuntungannya, biaya,
dan risiko setiap saat.Pengelola Reksa Dana wajib mengumumkan Nilai Aktiva
Bersih (NAB) nya setiap hari di surat kabar serta menerbitkan laporan keuangan
tengah tahunan dan tahunan serta prospektus secara teratur sehingga Investor
dapat memonitor perkembangan investasinya secara rutin.


  1. Likuiditas yang tinggi
Agar investasi yang dilakukan berhasil, setiap instrumen investasi harus mempunyai tingkat
likuiditas yang cukup tinggi. Dengan demikian, Pemodal dapat mencairkan kembali
Unit Penyertaannya setiap saat sesuai ketetapan yang dibuat masing-masing
Reksadana sehingga memudahkan investor mengelola kasnya. Reksadana terbuka
wajib membeli kembali Unit Penyertaannya sehingga sifatnya sangat likuid.


  1. Biaya Rendah
Karena reksadana merupakan kumpulan dana dari banyak pemodal dan kemudian dikelola secara profesional, maka sejalan dengan besarnya kemampuan untuk melakukan investasi
tersebut akan menghasilkan pula efisiensi biaya transaksi.


Biaya transaksi akan menjadi lebih rendah dibandingkan apabila Investor individu melakukan transaksi sendiri di bursa.



Exchange Traded Fund


Exchange traded fund (ETF) [3]
adalah sebuah reksadana yang merupakan suatu inovasi dalam dunia industri
reksadana yang sifatnya mirip dengan suatu perusahaan terbuka dimana unit
penyertaannya dapat diperdagangkan di bursa.

ETF ini adalah merupakan kombinasi dari reksadana tertutup
dan reksadana terbuka, dan ETF ini biasanya adalah merupakan reksadana yang
mengacu kepada indeks saham.

ETF ini lebih efisien daripada reksadana konvensional seperti
yang kita kenal saat ini, dimana reksadana senantiasa menerbitkan unit
penyertaan baru setiap harinya dan membeli kembali yang dijual oleh pemegang
unit (manajer investasi harus menjual surat berharga yang merupakan aset
reksadana tersebut untuk memenuhi kewajibannya membeli unit penyertaan yang
dijual, sedangkan unit penyertaan ETF diperdagangkan langsung di bursa setiap
hari (menyerupai reksadana tertutup, dimana tidak ada dapat dijual kembali
kepada manajer investasi)

Di Indonesia, ETF ini disebut "Reksadana berbentuk
kontrak investasi kolektif yang unit penyertaannya diperdagangkan di bursa efek
",
dan pada hari senin tanggal 4 Desember 2006, Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) telah
menerbitkan suatu aturan baru yaitu peraturan nomor IV.B.3 tentang
"Reksadana berbentuk kontrak investasi kolektif yang unit penyertaannya
diperdagangkan di Bursa Efek". [4]



Reksadana
Online


Sebelumnya
telah ada Reksadana Online, tetapi memasuki tahun 2014, Reksadana Online mulai
marak. Untuk pertama kali pembukaan rekening, kini tetap harus tatap muka,
tetapi selanjutnya pembelian maupun penjualan kembali reksadana dapat dilakukan
secara online, dimana tidak diperlukan penyerahan dokumen apapun dan tentunya
tidak perlu menemui Manajer Investasi ataupun Agen Penjualnya. Seperti halnya
Agen Penjual, maka Reksadana Online tidak mengutip biaya apapun, tetapi Selling
Fee (ketika membeli) dan Redemption Fee (ketika menjual) tetap harus dibayar
(atau memotong jumlah Reksadana atau Uang kita). Cut-off time pembelian dan
penjualan Reksadana Online adalah sama dengan reksadana biasa, yaitu Pukul
13.00 dan jika kurang dari itu berarti onlinenya belum sempurna dan harus
dihindari. Reksadana Online jauh lebih aman daripada Internet Banking, karena
seperti halnya Internet Banking yang menggunakan Username dan Password, mungkin
juga dilengkapi dengan Token dan semuanya berhubungan langsung dengan Rekening
Kita dan tak ada hubungannya dengan Rekening Orang lain.

0 Response to "Right, Warrant, Swap, Reksadana"

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung, silakan berkomentar, semoga artikel yang kami posting dapat bermanfaat bagi anda :D

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel